• Jumat, 9 Desember 2022

Gelora Talks: Persidangan di MK tanpa Pembuktian, Putusan yang Dihasilkan Berbahaya

- Kamis, 14 Juli 2022 | 08:17 WIB
Gelora Talks: Persidangan di MK tanpa Pembuktian, Putusan yang Dihasilkan Berbahaya  (Gelora Talks#53/PojokMalioboro.com)
Gelora Talks: Persidangan di MK tanpa Pembuktian, Putusan yang Dihasilkan Berbahaya (Gelora Talks#53/PojokMalioboro.com)

POJOKMALIOBORO.com - Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah menegaskan,  keberadaan Mahkamah Konstitusi (MK) saat ini menjadi korban dari permainan politik, sehingga putusan yang dihasilkan tidak independen.

Hal ini setidaknya bisa dilihat dari putusan penolakan Hakim Konstitusi terhadap 30 kali gugatan uji materi (judicial review) terkait Undang-undang Pemilu yang diajukan ke MK.

"Saya tidak terlalu tertarik untuk menuntut Mahkamah Konstitusi terlalu banyak, sebab MK itu juga korban dari permainan politik sekarang," kata Fahri Hamzah dalam Gelora Talk bertajuk 'Menyoal Putusan MK atas UU Pemilu: Pilihan Rakyat Makin Terbatas',  yang digelar secara daring, Rabu 13 Juli 2022 sore.

Baca Juga: Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, SDN Balirejo Kunjungi Benteng Vredeburg

Menurut Fahri, kamar yudikatif itu seperti MK harusnya independen, bukan justru terperangkap dalam permainan politik politisi. Saat ini, lanjutnya, aktor-aktor politik yang ingin berkuasa terus telah menyandera MK.

"Makanya saya berani mengatakan, MK adalah korban, karena saya pernah menjadi politisi, tahu betul permainan politik seperti ini," katanya.

Karena itu, kata Fahri, publik tidak bisa berharap banyak pada MK untuk memiliki kesadaran internal untuk memperbaiki dirinya, karena telah disandera politisi.

Baca Juga: Kasrem 072/Pamungkas Minta Prajurit Tingkatkan Keimanan dan Ketakwaan

"Jadi untuk memperbaiki MK ke depan, kita perlu elaborasi definisi negarawan agar mereka tidak mudah dipengaruhi politisi," ujarnya.

Fahri menilai MK saat ini mendesak untuk dilakukan reformasi, karena keberadaanya telah melenceng dari tujuan awal pendiriannya, yakni sebagai penjaga konstitusi.

Halaman:

Editor: Ibrahim Umar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

SKI DIY Cermati Integritas dan Independensi KPK

Minggu, 16 Oktober 2022 | 10:41 WIB

Musda SKI DIY: Lengkapi Struktur Sampai Tingkat Kelurahan

Minggu, 11 September 2022 | 10:57 WIB
X