• Jumat, 9 Desember 2022

Jadi Agenda Politik, Partai Gelora Dorong Pemerintah Gratiskan Pendidikan di Perguruan Tinggi di Indonesia

- Kamis, 29 September 2022 | 10:39 WIB
Jadi Agenda Politik, Partai Gelora Dorong Pemerintah Gratiskan Pendidikan di Perguruan Tinggi di Indonesia (Gelora Talks #64/PojokMalioboro.com)
Jadi Agenda Politik, Partai Gelora Dorong Pemerintah Gratiskan Pendidikan di Perguruan Tinggi di Indonesia (Gelora Talks #64/PojokMalioboro.com)

POJOKMALIOBORO.com - Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia akan mendorong pemerintah untuk menggratiskan pendidikan di perguruan tinggi di Indonesia. Gelora">Partai Gelora juga meminta perusahaan-perusahaan di tanah air untuk aktif dan terlibat langsung dalam penyerapan tenaga kerja terdidik.

Hal itu bagian dari agenda politik Gelora">Partai Gelora dalam rangka melakukan reformasi sistem pendidikan di Indonesia dan dalam rangka menekan jumlah pengangguran anak muda.

"Di Jerman pendidikan tingginya gratis sampai S3, tapi kalau di Indonesia cukup S1 dulu. Nah, agenda politik Gelora">Partai Gelora adalah menjadikan pendidikan tinggi di Indonesia ini menjadi hak asasi bagi seluruh anak bangsa. Jadi pendidikan tinggi ini, istilahnya harus gratis," kata Hudzaifah Muhibullah, Ketua Bidang Generasi Muda Gelora">Partai Gelora di Jakarta.

Baca Juga: Waspadai Resiko Konsumsi Gula Berlebihan, Salah Satunya Menyebabkan Diabetes Melitus

Hal itu disampaikan Udef sapaan akrab Hudzaifah Muhibullah dalam Gelora Talk bertajuk 'Pengangguran Anak Muda, Potret Negeri dan Mimpi untuk Indonesia, Rabu, 28 September 2022 sore.

"Semua perusahaan di Jerman terlibat langsung dalam pendidikan, sehingga penyerapan tenaga kerjanya benar-benar terserap. Jadi ketika mereka kuliah, mereka juga sudah dapat gaji dan gajinya sangat besar. Gelora">Partai Gelora ingin hal itu juga terjadi di Indonesia," kata Udef.

Selain itu, kata Udef, di Jerman sejak kelas 5 SD sudah diarahkan ke penjurusan atau peminatannya dalam bidang vokasi, sehingga tingkat pengangguran anak mudanya relatif rendah.

Baca Juga: Ciptakan Kota Yogyakarta yang Estetik dengan Tertib Reklame

"Saya kira upaya Eropa mereduksi penggangguran seperti di Jerman bisa diterapkan di Indonesia, misalnya mengintegrasikannya di tingkat ASEAN secara politik dan ekonomi," katanya.

Menurut dia, saat ini banyak pengangguran anak muda, karena tidak sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan, baik pendidikan maupun keahlian.

Halaman:

Editor: Ibrahim Umar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

SKI DIY Cermati Integritas dan Independensi KPK

Minggu, 16 Oktober 2022 | 10:41 WIB

Musda SKI DIY: Lengkapi Struktur Sampai Tingkat Kelurahan

Minggu, 11 September 2022 | 10:57 WIB
X