Terima Silaturahmi KPU, Muhammadiyah Tegaskan Pemilu 14 Februari 2024 Harga Mati

- Rabu, 4 Januari 2023 | 07:38 WIB
KPU RI silaturahmi ke PP Muhammadiyah (dok.Muhammadiyah/PojokMalioboro.com)
KPU RI silaturahmi ke PP Muhammadiyah (dok.Muhammadiyah/PojokMalioboro.com)

POJOKMALIOBORO.com – Dipimpin Ketua Umum Haedar Nashir, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menerima silaturahmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa 3 Januari 2023.

Usai pertemuan yang digelar tertutup, Haedar Nashir dalam jumpa pers bersama Ketua KPU RI, Hasyim Asy’ari menyampaikan ada empat poin yang menjadi pesan kebangsaan Muhammadiyah terhadap KPU.

''Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan kepada pimpinan KPU bahwa tugas melayani, menyelenggarakan pemilu itu tugas yang mulia sambil juga berat tanggung jawabnya.Nah oleh karena itu pastikan sejumlah hal,'' ujar Haedar.

Baca Juga: Munculnya Perppu No 2 Tahun 2022, Sekjen KSPN Menyayangkan atas Tergesa-gesanya Perppu Itu Lahir

Hal pertama yang perlu jadi perhatian adalah komitmen penyelenggaraan pemilu sesuai jadwal yang ditentukan oleh konstitusi.

''Satu, sesuai dengan komitmen, kesepakatan dan keputusan pemerintah, DPR, dan penyelenggara pemilu bahwa Pemilu 2024 dilaksanakan 14 Februari 2024, tanpa perubahan apapun. Istilah sekum PP Muhammadiyah adalah Pemilu harga mati,'' terang Haedar.

''Artinya KPU menjamin berdasarkan konstitusi juga di mana dalam pandangan KPU tadi selain luber jurdil, dilaksanakan lima tahun sekali. Itu sesuai UUD 1945. Artinya selesai dan tidak perlu lagi mengambangkan wacana-wacana yang tidak perlu,'' imbuhnya.

Baca Juga: Refleksi Akhir Tahun 2022 Muhammadiyah: Pemilu Harus Dipastikan Terlaksana Sesuai Jadwal

''Kedua, kami juga menyampaikan pesan dan harapan bahwa selain pemilu luber jurdil dan pasti 5 tahun, juga ada suasana nyaman, aman, gembira dan berkualitas (proses hingga hasilnya). Gembira itu agar kita ketika masuk ke bilik suara termasuk sebelumnya juga tidak saling bersitegang, berhadap-hadapan tetapi nikmati sebagai sebuah kontestasi yang mengeluarga. Nah itu kita ciptakan bersama,'' jelas Haedar.

''Ketiga, sesuai dengan amanat Muktamar kami, bahwa sistem pemilu, sambil menunggu ketetapan dari MK, kita berharap tidak lagi ada pembelahan politik di tubuh bangsa ini. KPU, Muhammadiyah, Parpol, pemerintah, dan berbagai komponen bangsa, termasuk juga teman-teman dari media, mari kita ciptakan sejak dari sekarang bahwa pembelahan politik itu sudah harus menjadi masa lampau karena harganya terlalu mahal,'' tutur Haedar.

Halaman:

Editor: Affan Safani Adham

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ketum Partai Golkar Resmi Umumkan Calon Presiden

Minggu, 22 Januari 2023 | 02:03 WIB

Koalisi Bersama Nasdem dan Demokrat, PKS Optimis

Rabu, 18 Januari 2023 | 20:02 WIB
X